
Kenapa harus Partai Hijau Indonesia
Partai Hijau Indonesia mempraktikkan prinsip demokrasi akar-rumput (partisipatoris) dan prinsip politik hijau lainnya, seperti: keberlanjutan hidup, kearifan ekologis, keragaman dan keadilan sosial. Prinsip-prinsip politik hijau ini menjadikannya mustahil untuk seorang bandar atau sekelompok elit mendominasi dan menyelewengkan nilai-nilai universal yang kita yakini. Itu sebabnya, Partai Hijau Indonesia merupakan tempat terbaik bagi pegiat anti-korupsi, anti-nuklir, hak asasi manusia, eksponen mahasiswa 1998, pecinta alam, pengusaha mikro, petani organik, dan bahkan orang biasa sekalipun untuk mengembangkan kepentingan dan membangun karir politiknya. Inilah demokrasi yang sejati. Kita melakukannya karena kita muak dengan praktik partai politik yang ada. Tapi, daripada sekadar membenci dan membiarkan praktik busuk itu semakin mengakar, kita memilih berjuang untuk mengubahnya. Kita akan memuliakan kembali politik sebagaimana mestinya. Sejarah ini akan segera datang. Jangan sampai kamu menyesal karena tidak menjadi bagiannya!
Sejarah PHI
Perjalanan Gerakan Politik Hijau di Indonesia
- 1980
Wahana Lingkungan Hidup (Walhi)
Berdirinya Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) pada 15 Oktober 1980 menjadi awal dari gerakan lingkungan di Indonesia. Perkembangan Walhi ini kemudian memunculkan kesadaran untuk membangun partai politik yang memiliki visi dalam isu lingkungan, terutama sejak munculnya gerakan reformasi 1998 dan kejatuhan Orde Baru.
Wahana Lingkungan Hidup (Walhi)
Berdirinya Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) pada 15 Oktober 1980 menjadi awal dari gerakan lingkungan di Indonesia. Perkembangan Walhi ini kemudian memunculkan kesadaran untuk membangun partai politik yang memiliki visi dalam isu lingkungan, terutama sejak munculnya gerakan reformasi 1998 dan kejatuhan Orde Baru.
1980 - 1998
Deklarasi Partai Hijau
Pada 21 Oktober 1998, Dr. Rer. Nat. H. Widyatmoko (Dosen Fakultas Teknik Lingkungan Universitas Trisakti) dan Dr. Ir. Ign. Heruwasto (Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia) berinisiatif untuk mendirikan dan mendaftarkan Partai Hijau untuk mengikuti Pemilu 1999. Namun, partai ini gagal memenuhi persyaratan peserta Pemilu 1999.
1998Deklarasi Partai Hijau
Pada 21 Oktober 1998, Dr. Rer. Nat. H. Widyatmoko (Dosen Fakultas Teknik Lingkungan Universitas Trisakti) dan Dr. Ir. Ign. Heruwasto (Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia) berinisiatif untuk mendirikan dan mendaftarkan Partai Hijau untuk mengikuti Pemilu 1999. Namun, partai ini gagal memenuhi persyaratan peserta Pemilu 1999.
- 2005
Badan Pekerja Persiapan Pembangunan Organisasi Politik Kerakyatan (BP3OPK)
Pada 4 Maret 2005, Walhi membentuk Badan Pekerja Persiapan Pembangunan Organisasi Politik Kerakyatan (BP3OPK). Badan ini dimaksudkan untuk memperkuat gerakan politik hijau di Indonesia. Badan Pekerja ini merekomendasikan tiga pilihan: (1) membangun partai hijau, (2) membangun organisasi masyarakat dan (3) melakukan diaspora politik melalui perangkat politik yang telah ada.
Badan Pekerja Persiapan Pembangunan Organisasi Politik Kerakyatan (BP3OPK)
Pada 4 Maret 2005, Walhi membentuk Badan Pekerja Persiapan Pembangunan Organisasi Politik Kerakyatan (BP3OPK). Badan ini dimaksudkan untuk memperkuat gerakan politik hijau di Indonesia. Badan Pekerja ini merekomendasikan tiga pilihan: (1) membangun partai hijau, (2) membangun organisasi masyarakat dan (3) melakukan diaspora politik melalui perangkat politik yang telah ada.
2005 - 2006
Blok Politik Hijau
Pada 24 April 2006, berdasarkan resolusi Konsultasi Nasional Lingkungan Hidup, Walhi memutuskan membentuk Blok Politik Hijau. Blok politik ini bertujuan untuk menyatukan aktivis, politikus, sampai anggota legislatif untuk mendorong penguatan agenda politik hijau.
2006Blok Politik Hijau
Pada 24 April 2006, berdasarkan resolusi Konsultasi Nasional Lingkungan Hidup, Walhi memutuskan membentuk Blok Politik Hijau. Blok politik ini bertujuan untuk menyatukan aktivis, politikus, sampai anggota legislatif untuk mendorong penguatan agenda politik hijau.
- 2007
Sarekat Hijau Indonesia
Pada 6 Juli 2007 di Pondok Gede, Jakarta sejumlah aktivis berbasis lingkungan hidup mendeklarasikan organisasi massa Sarekat Hijau Indonesia.
Sarekat Hijau Indonesia
Pada 6 Juli 2007 di Pondok Gede, Jakarta sejumlah aktivis berbasis lingkungan hidup mendeklarasikan organisasi massa Sarekat Hijau Indonesia.
2007 - 2012
Deklarasi Partai Hijau Indonesia
Deklarasi Partai Hijau Indonesia dilangsungkan pada 5 Juni 2012 di Bandung. Deklarasi ini bersamaan dengan keputusan Sarekat Hijau Indonesia untuk tetap menjadi organisasi massa.
2012Deklarasi Partai Hijau Indonesia
Deklarasi Partai Hijau Indonesia dilangsungkan pada 5 Juni 2012 di Bandung. Deklarasi ini bersamaan dengan keputusan Sarekat Hijau Indonesia untuk tetap menjadi organisasi massa.
- 2021
Kongres Pertama Partai Hijau Indonesia
Partai Hijau Indonesia menyelenggarakan kongres pertamanya dari tanggal 27 Februari sampai 7 Maret 2021. Acara yang digelar secara daring ini menghasilkan sejumlah keputusan, termasuk pengesahan Anggaran Dasar serta penetapan struktur kepengurusan untuk periode 2021–2026.
Presidium Nasional
- Dimitri Dwi Putra
- John Muhammad
- Kristina Viri
- Roy Murtadho
- Taibah Istiqamah
Majelis Pertimbangan
- Anwar Maruf
- Chairil Syah
- Juli Ermiansyah Putra
- Sapei Rusin
- Siti Maemunah
Kongres Pertama Partai Hijau Indonesia
Partai Hijau Indonesia menyelenggarakan kongres pertamanya dari tanggal 27 Februari sampai 7 Maret 2021. Acara yang digelar secara daring ini menghasilkan sejumlah keputusan, termasuk pengesahan Anggaran Dasar serta penetapan struktur kepengurusan untuk periode 2021–2026.
Presidium Nasional
- Dimitri Dwi Putra
- John Muhammad
- Kristina Viri
- Roy Murtadho
- Taibah Istiqamah
Majelis Pertimbangan
- Anwar Maruf
- Chairil Syah
- Juli Ermiansyah Putra
- Sapei Rusin
- Siti Maemunah
2021 - 2023
Peluncuran Platform Hijau
Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan ke-78 Republik Indonesia, Partai Hijau Indonesia (PHI) menggelar acara Peluncuran Platform Hijau pada Minggu malam, 27 Agustus 2023, di Gedung YLBHI, Jakarta Pusat. Platform Hijau disusun dalam tiga arah kebijakan utama: "Memuliakan Kembali Partai Politik", "Melawan Krisis Iklim, Menyelamatkan Kehidupan di Bumi", dan "Memulihkan Demokrasi, Menuntaskan Keadilan". Platform Hijau dirancang sebagai dokumen yang bersifat dinamis dan terbuka untuk publik.
2023Peluncuran Platform Hijau
Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan ke-78 Republik Indonesia, Partai Hijau Indonesia (PHI) menggelar acara Peluncuran Platform Hijau pada Minggu malam, 27 Agustus 2023, di Gedung YLBHI, Jakarta Pusat. Platform Hijau disusun dalam tiga arah kebijakan utama: "Memuliakan Kembali Partai Politik", "Melawan Krisis Iklim, Menyelamatkan Kehidupan di Bumi", dan "Memulihkan Demokrasi, Menuntaskan Keadilan". Platform Hijau dirancang sebagai dokumen yang bersifat dinamis dan terbuka untuk publik.
- 2024
Kongres Luar Biasa
Pada tanggal 29–30 Juni, PHI mengadakan Kongres Luar Biasa (KLB) yang diikuti oleh delegasi dari 28 provinsi serta 3 perwakilan anggota PHI di luar negeri. KLB memiliki dua agenda utama, yaitu mengubah pasal-pasal dalam AD/ART dan mengganti sistem kepemimpinan dari Presidium menjadi struktur Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB).
Pengurus KSB
- Nur Rosyid Murtadho (Ketua)
- Rika Febriyani (Sekretaris)
- Erwin Febrian Syuhada (Bendahara)
Kongres Luar Biasa
Pada tanggal 29–30 Juni, PHI mengadakan Kongres Luar Biasa (KLB) yang diikuti oleh delegasi dari 28 provinsi serta 3 perwakilan anggota PHI di luar negeri. KLB memiliki dua agenda utama, yaitu mengubah pasal-pasal dalam AD/ART dan mengganti sistem kepemimpinan dari Presidium menjadi struktur Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB).
Pengurus KSB
- Nur Rosyid Murtadho (Ketua)
- Rika Febriyani (Sekretaris)
- Erwin Febrian Syuhada (Bendahara)
2024
Prinsip-prinsip PHI
Landasan Piagam Kaum Hijau Dunia
Kami bekerja dengan menginternalisasi dan menerapkan prinsip-prinsip berikut.
Kearifan Ekologis
Kita tidak sedang dan sekadar melindungi lingkungan. Kita tengah membangun dunia di mana lingkungan terjaga baik dengan sendirinya.
Keadilan Sosial
Keadilan bukan sekadar kesetaraan perlakuan, melainkan menciptakan kondisi yang mendorong agar yang kuat membantu yang lemah.
Demokrasi Partisipatoris
Kita menginginkan partai politik yang mempraktikkan demokrasi partisipatoris, yang melibatkan seluruh anggota dalam membangun partai dan mustahil untuk dikuasai oleh sekelompok orang.
Tanpa Kekerasan
Kita percaya kekerasan, apa pun jenisnya, bukanlah alat, jalan, apalagi solusi. Kekerasan hanya akan memicu kekerasan dan menimbulkan ketakutan.
Keberlanjutan
"Melestarikan kehidupan, hidup berkelanjutan." Itulah motto PHI. Yang berarti berupaya melindungi dan memperbaiki kehidupan yang telah diciptakan-Nya.
Penghargaan terhadap Keberagaman
Keberagaman adalah fitrah kehidupan. Menyatukannya bukan berarti menjadikannya satu, melainkan menjaga tiap satu kehidupan untuk tetap hidup.
Tertarik Bergabung?
Setiap anggota Partai Hijau Indonesia dapat berpartisipasi aktif dalam bidang yang sesuai dengan minat dan keahliannya. Bergabunglah dengan bidang yang tersedia atau usulkan pembentukan bidang baru untuk mendorong perubahan bersama.
